Suara Merdeka, 9 Juni 2011
June 9th, 2011 § 0 comments § permalink
Satu yang Tertinggal
May 26th, 2011 § 0 comments § permalink
Saat aku sudah jauh berjalan
Meninggalkan berjilid kenangan
Memilih satu yang tenang
Terlepas dari kencangnya badai
Yang dari sana berhembus satu cinta..
Saat hujan tak lagi turun
Sampaikan tangis menggema
Yang terkucur karena robohnya mimpi
Kamu yang kutinggal pergi
Terbujur sendiri mencoba berdiri
Ketika damai ada bersamaku
Sinar itu mengarah padaku
Terang hingga lihat satu yang tak terlihat
Satu yang kusadari, yang dulu tak kuyakini
Satu hatiku masih tersisa di sana.
Indah tak selalu bahagia
Betapa kumerindu untuk bertemu
Wujudkan apa yang dulu pernah terucap
Kutersesat mencari jalan yang telah tiada
Haruskah kuikhlaskan satu yang tertinggal itu
Rajut bahagia yang tak mungkin sempurna.
Semua dalam Harmoni, Semua untuk Harmoni
May 22nd, 2011 § 0 comments § permalink
Huah…. nggak kerasa hari ini sudah hari Minggu dan libur 7 hari ku pun berakhir.. Tidakkkkkk… Padahal aku sedang senang-senangnya memanjakan alat-alat musik itu dan menyusun sebuah program musik bersama Yayasan Musik Sastra Indonesia yang sejak 1 Mei lalu aku diangkat menjadi duta mereka. Program yang kami buat bernama rrrrrrr….. belum jelas betul tetapi aku mengusulkan nama Semua dalam Harmoni/ Children in Harmony/Children for Harmony. (Semoga dapat persetujuan!)
Seperti postinganku sebelumnya akan manfaat musik klasik bagi perkembangan otak anak-anak, bagi kecerdasan, kestabilan emosi, kreatifitas, serta tingkah laku, maka aku menyimpulkan betapa sebenarnya sangatlah penting musik klasik menjadi satu pendidikan dasar bagi anak bangsa kita, bangsa Indonesia sehingga pada akhirnya kita dapat membangun bangsa menjadi lebih baik dengan akhlak dan ilmu yang lebih baik pula!
Aku yang diangkat sebagai duta, gerah apabila hanya menyandang nama duta tanpa melakukan apa pun yang bermanfaat bagi orang lain. Karena tujuanku pada akhirnya adalah benar untuk berkontribusi pada sekelilingku. Maka aku yang terinspirasi oleh film Music of the Heart mengusulkan ide untuk memasyarakatkan musik klasik ke segala lapisan masyarakat dan mengajarkan bermain musik yang layak bagi anak kurang mampu sehingga akhirnya mereka dapat tampil dengan baik dan menghasilkan sesuatu. Awalnya sungguh hanya ide belaka yang aku sampaikan melalui e-mail ke pengurus YMSI dan respon mereka luar biasa cepatnya!!!! Dan dalam kurang dari 1 bulan semuanya sudah mulai berjalan.
Yayasan Musik Sastra Indonesia merupakan yayasan yang didirikan oleh para pencinta musik yaitu Ibu Pia Alisjahbana, Bapak Dedi Panigoro, Bapak Ananda Sukarlan, dan Bapak Chendra Panatan. Salah satu misinya, yang seperti aku sebutkan tadi, adalah memasyarakatkan musik klasik dan memfasilitasi individu yang berminat serta memiliki bakat dalam bidang musik. Program Semua dalam Harmoni ini dibuat untuk memfasilitasi anak-anak SD kelas menengah ke bawah yang memiliki minat terhadap musik yang kemudian diberikan pendidikan musik gratis selama 6 bulan. Tentu saja musik yang dimaksud di sini adalah musik klasik. Selain musik klasik murni, kami juga akan memadukannya dengan kebudayaan daerah sehingga tetap akan meningkatkan kecintaan anak pada negaranya.
Sebelum pendidikan musik diberikan, kami akan “membiasakan” telinga mereka dengan musik klasik, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyalakan musik klasik di sekolah pada saat jam-jam istirahat atau saat kelas berlangsung (Hal tersebut diterapkan di tempat saya bimbingan belajar waktu SMA dan menurut saya sangat efektif! Anak-anak menjadi lebih konsentrasi!). Selain didengarkan musik klasik, sekolah-sekolah tersebut juga akan dikunjungi oleh ensembel kami yang akan bermain dan memberikan sedikit orientasi mengenai musik klasik yang fun, jauh dari membosankan, dan banyak keuntungannya. Kami sangat senang karena banyak sekali musisi yang ingin berkontribusi sebagai anggota ensembel keliling! Dan dalam sehari posisi ensembel kami sudah lengkap beserta lagu dan aransemennya! Makasih teman-teman!!! Kami terharu dan bangga!!
Pendidikan musik gratis tersebut akan diadakan di Ananda Sukarlan Center, Fatmawati dan akan mendapat pantauan penuh selama 6 bulan. Pendidikan tersebut meliputi teori dasar mengenai musik klasik seperti membaca not balok, ketukan, tangga nada, dll. Selain itu tentunya akan langsung praktik memainkan alat musik. Untuk langkah awal ini, kami sepakat untuk menggunakan alat musik biola. Oleh karena itu kami membuka kerjasama bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan/mengajar biola untuk berkontribusi di sini! Selain itu, bagi mereka yang ingin mendonasikan dana atau alat musik biola/pianika/ gitar/alat musik bekas apa pun yang sudah tidak terpakai, kami menerima dengan tangan terbuka dan senyuman lebar di wajah!!
Setelah 6 bulan program berjalan, kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut dan akan mengadakan pertunjukan kecil yang tentunya akan bekerja sama dengan musisi-musisi handal lainnya, seperti Kak Ananda Sukarlan dan lainnya! wehehe…………
Dan kami berharap program kami ini yang hanya diawali ide abstrak semata dapat berlanjut terus bahkan melebarkan sayapnya ke daerah-daerah yang lebih perifer!
Saya, atas nama Yayasan Musik Sastra Indonesia, mengajak anda semua untuk membantu pemasyarakatan musik klasik di Indonesia!
Mari kita cerdaskan bangsa dan lahirkan akhlak mulia dengan bermusik klasik! Yuk kita lakukan sesuatu bersama!
Salam,
Mesty
Lukis Indah Mimpi
May 11th, 2011 § 2 comments § permalink
LUKIS INDAH MIMPI
Putri-putri malu
Indah dipijak kaki
Sering tak disadari
Terlalu lama bulan kaupandang
Hanya merindu khayal tuk menggapai
Ketika surya terang bersinar
Mengapa tetap pejamkan mata
Kemanakah engkau hendak melangkah
Hatimu tahu, tapi kau tak tahu
Lihat tapak lurus telah lama menanti
Usang telah rapuh dan tak pernah kau datang
Akankah kau pilih jalan yang bertekuk
Hatimu bicara kau tak pernah mendengar
Garuda kecil mulai kepakkan sayap
Menyambutmu terbang lebih tinggi bersama
Lukis indah mimpi semu jadi nyata
Tak putus berdoa dan tak henti belajar
Bukankah surya terang bersinar
Lihat tapak lurus telah menanti
Garuda kecil kepakkan sayapnya
Lukis indah mimpi, terbang, tak henti belajar
D.L. Pramesti
Air Selokan
May 6th, 2011 § 0 comments § permalink
Jika aku boleh mengucap satu kata penuh keluh, aku akan mudah menemukan satu kata itu, tetapi apakah harus aku katakan, aku tak boleh mengeluh. Aku ceritakan saja betapa tadi malam ada benda-benda yang dulu hidup menjadi mati dan benda hidup yang masih tersiksa menjadi terlihat tak hidup, tragis sekali. Bahkan apa yang mereka alami tak lebih baik dari apa yang aku dan kamu sering lihat di teknologi itu , televisi. Oh cemas meliputiku membayangkan kejadian buruk yang mereka alami terjadi padaku.. Terimakasih Tuhan, dengan jalanku menuju pekerjaan ini, lebih dapat kulihat betapa semua manusia memiliki perkara masing-masing yang satu tak lebih baik dari yang lain, yang lain tak lebih buruk dari yang satu. Betapa beragam manusia-manusia ini, tak ada satu pun yang sama. Yang kutahu pasti Tuhan itu adil, sehingga siapa pun aku dan siapa pun kamu, harusnya kita selalu bersyukur.
Tak tidur lantas aku tertidur padahal kuingat betul ada ujian di hari itu aku pun terlambat seluruh mata memandang serba salah hingga akhirnya tak sempurna apa yang kukerjakan. Gugup aku kemudian tetapi dinyatakanlah aku lulus dan aku lega. Sekarang aku berada di atas tempat tidurku sambil makan bakso dan siap tidur lantas aku sambil pula membuka macbook dan kucari bacaan yang membuat hati tenang. Aku pun segera membuka blog yang diberitahukan oleh kerabatku, Mas Wisnu, yang berisikan puisi-puisi dari seorang kesukaanku, Sapardi Djoko Damono, dan terkejutlah aku….. puisi yang muncul pertama adalah Air Selokan yang kurang lebih berhubungan dengan apa yang aku kerjakan dan aku alami hari ini……. Begini isinya:
“Air yang di selokan itu mengalir dari rumah sakit,” katamu pada suatu hari minggu pagi. Waktu itu kau berjalanjalan bersama istrimu yang sedang mengandung
– ia hampir muntah karena bau sengit itu.
Dulu di selokan itu mengalir pula air yang digunakan untuk memandikanmu waktu kau lahir: campur darah dan amis baunya. Kabarnya tadi sore mereka sibuk memandikan mayat di kamar mati.
Senja ini ketika dua orang anak sedang berak di tepi selokan itu, salah seorang tiba-tiba berdiri dan menuding sesuatu:
“Hore, ada nyawa lagi terapung-apung di air itu — alangkah indahnya!”
Tapi kau tak mungkin lagi menyaksikan yang berkilau-kilauan hanyut di permukaan air yang anyir baunya itu, sayang sekali.
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
Bermusik Mencerdaskan
May 3rd, 2011 § 1 comment § permalink
“I dont want to be a jack of all trades, i need to master something.. but what should i master????”
Itulah pemikiran yang terus menggema di kepalaku beberapa hari ini. Aku harus fokus ke satu bidang karena aku tidak mungkin menguasai semuanya, kapabilitasku terbatas. Tetapi kecintaanku kepada dunia kedokteran dan musik seperti kecintaanku kepada ayah dan bunda. Aku tidak bisa memilih salah satu.
Lantas aku berpikir, mengapa tidak aku jalankan keduanya? Bukankah keduanya saling berhubungan dan saling mendukung? Aku bisa saja menjadi dokter yang jago bermain harpa atau……… jadi pemain harpa yang bisa mengobati orang? Semoga! Sesuai dengan Law of Attractions kita harus selalu menanamkan pemikiran positif di otak kita!
Aku pun usil kemudian ingin lebih tahu mengenai musik dan hubungannya dengan dunia kedokteran. Kemudian aku mencari jurnal-jurnal yang menghubungkan kedua bidang tersebut dan aku menemukan fakta-fakta yang menarik yang perlu untuk kita ketahui! Inilah hasil penelitian yang aku temukan…
Penelitian yag dilakukan oleh University of Toronto terhadap 144 anak berusia 6 tahun yang dipilih secara acak untuk mengikuti pelajaran musik ataupun tidak mengikuti kegiatan musik sama sekali selama 1 tahun menunjukkan hasil bahwa anak yang mengikuti pelajaran musik perkembangan otaknya lebih baik. Hal tersebut terlihat dari kemampuan matematika dan IQ individu-individu tersebut, yaitu pada anak yang mendapat pendidikan musik cenderung lebih baik kemampuan dalam berhitung dan tingkat IQ lebih tinggi.
Penelitian dari McMaster University dan Rotman Research Institute Toronto mengatakan bahwa perkembangan otak sudah dapat dicapai hanya dengan mengikuti pelajaran musik selama 4 bulan. Namun apabila dibandingkan dengan anak yang mengikuti kegiatan musik selama setahun, mereka yang bermusik lebih lama otaknya lebih berkembang. Selain itu, kemampuan untuk mengingat deretan angka juga jauh lebih baik. Dikatakan pula bahwa usia ideal untuk memulai belajar musik adalah antara tiga hingga enam tahun karena setelah usia delapan tahun manusia akan mengalami penebalan penghubung antara otak kanan dan otak kiri sehingga perkembangan dari penghubung tersebut terhenti. Hal tersebut juga disebutkan dalam penelitian Gilman dan Newman yang mengatakan bahwa penghubung otak (Corpus Callosum) berukuran lebih besar pada otak musisi dibandingkan dengan yang bukan musisi. Corpus callosum berfungsi dalam mengirikan pesan dari otak kiri ke kanan, juga sebaliknya. Oleh karena itu, yang sebelumnya diketahui bahwa musik berpengaruh lebih besar pada otak kanan, ternyata juga memengaruhi otak kiri akibat pancaran yang dilakukan oleh Corpus Callosum dengan menyebarkan informasi dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa musik memengaruhi kedua belah otak.
Penelitian lain menunjukkan bahwa transmiter saraf yang dihasilkan oleh seseorang saat melakukan hubungan seks juga ditemukan pada orang yang sedang mendengarkan musik klasik, yaitu dopamin! Jadi sama-sama bikin senang dan mengurangi stres. Sebenarnya masih banyak hasil penelitian lain tetapi yang menulis ini sekarang mengantuk. Jadi lanjut di lain hari ya! Selamat malam dan selamat tidur!
~Mesty
Jadilah Terang
April 19th, 2011 § 0 comments § permalink
Bila bumi telah berputar
mengelilingi matahari
dan kau masih terluka
Dengan memaafkan
kau balut pulih
Jika gemintang belum lagi datang
jiwamu pun masih tak tentram
Sinarkan keikhlasan
lanjutkan bahagia
bingkai cahaya
Mustahil manusia sempurna
Itu dia itu aku itu kamu
Mengerti kawan coba ingatkan
dengan dirimu jadi inspirasi
jadilah terang..
Jangan paksakan pada dirinya
Mulai dengan aku kamu dengan kita
Apabila tak bisa dia
Setidaknya sudah kurajut punyaku
dan kau punyamu…..
Maka ikhlaskanlah, maafkanlah…..
Jadilah terang…..
~M.A
Sajak ini saya dedikasikan kepada seorang yang sangat saya cintai di satu bumi ini, inspirasi terbesar dalam hidup saya. Ibu saya, Arti Laksmigati Ariotedjo, yang selalu menjadi penerangku………………








