Bermusik Mencerdaskan

Home / Uncategorized / Bermusik Mencerdaskan

Bermusik Mencerdaskan

“I dont want to be a jack of all trades, i need to master something.. but what should i master????”

Itulah pemikiran yang terus menggema di kepalaku beberapa hari ini. Aku harus fokus ke satu bidang karena aku tidak mungkin menguasai semuanya, kapabilitasku terbatas. Tetapi kecintaanku kepada dunia kedokteran dan musik seperti kecintaanku kepada ayah dan bunda. Aku tidak bisa memilih salah satu.

Lantas aku berpikir, mengapa tidak aku jalankan keduanya? Bukankah keduanya saling berhubungan dan saling mendukung? Aku bisa saja menjadi dokter yang jago bermain harpa atau……… jadi pemain harpa yang bisa mengobati orang? Semoga! Sesuai dengan Law of Attractions kita harus selalu menanamkan pemikiran positif di otak kita!

Aku pun usil kemudian ingin lebih tahu mengenai musik dan hubungannya dengan dunia kedokteran. Kemudian aku mencari jurnal-jurnal yang menghubungkan kedua bidang tersebut dan aku menemukan fakta-fakta yang menarik yang perlu untuk kita ketahui! Inilah hasil penelitian yang aku temukan…

Penelitian yag dilakukan oleh University of Toronto terhadap 144 anak berusia 6 tahun yang dipilih secara acak untuk mengikuti pelajaran musik ataupun tidak mengikuti kegiatan musik sama sekali selama 1 tahun menunjukkan hasil bahwa anak yang mengikuti pelajaran musik perkembangan otaknya lebih baik. Hal tersebut terlihat dari kemampuan matematika dan IQ individu-individu tersebut, yaitu pada anak yang mendapat pendidikan musik cenderung lebih baik kemampuan dalam berhitung dan tingkat IQ lebih tinggi.

Piano and Flute Duet with Ananda Sukarlan

Piano and Flute Duet with Ananda Sukarlan

Penelitian dari McMaster University dan Rotman Research Institute Toronto mengatakan bahwa perkembangan otak sudah dapat dicapai hanya dengan mengikuti pelajaran musik selama 4 bulan. Namun apabila dibandingkan dengan anak yang mengikuti kegiatan musik selama setahun, mereka yang bermusik lebih lama otaknya lebih berkembang. Selain itu, kemampuan untuk mengingat deretan angka juga jauh lebih baik. Dikatakan pula bahwa usia ideal untuk memulai belajar musik adalah antara tiga hingga enam tahun karena setelah usia delapan tahun manusia akan mengalami penebalan penghubung antara otak kanan dan otak kiri sehingga perkembangan dari penghubung tersebut terhenti. Hal tersebut juga disebutkan dalam penelitian Gilman dan Newman yang mengatakan bahwa penghubung otak (Corpus Callosum) berukuran lebih besar pada otak musisi dibandingkan dengan yang bukan musisi. Corpus callosum berfungsi dalam mengirikan pesan dari otak kiri ke kanan, juga sebaliknya. Oleh karena itu, yang sebelumnya diketahui bahwa musik berpengaruh lebih besar pada otak kanan, ternyata juga memengaruhi otak kiri akibat pancaran yang dilakukan oleh Corpus Callosum dengan menyebarkan informasi dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa musik memengaruhi kedua belah otak.

Penelitian lain menunjukkan bahwa transmiter saraf yang dihasilkan oleh seseorang saat melakukan hubungan seks juga ditemukan pada orang yang sedang mendengarkan musik klasik, yaitu dopamin! Jadi sama-sama bikin senang dan mengurangi stres. Sebenarnya masih banyak hasil penelitian lain tetapi yang menulis ini sekarang mengantuk. Jadi lanjut di lain hari ya! Selamat malam dan selamat tidur!

~Mesty

Recent Posts
Showing 2 comments
  • fafa Atlantis
    Reply

    Yaa Kalau dah ngantuk,..Tidurlaah,…ummm,..Inspiring jg tulisan-nya Mes,…Hen Hao

  • Eufrasia Claudia
    Reply

    Wah menarik sekali, mengenai perkembangan corpus callosum. Apakah jika seorang anak baru memulai belajar musik diatas umur 8 tahun corpus callosum nya tidak berkembang lagi?

Leave a Comment